Inklusif bekerjasama dengan program Peduli The Asia Foundation mengadakan Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion) dengan tema "Penyusunan Kerangka Desain Peta Jaringan Diskursus Intoleransi dan Radikalisme di Indonesia".

Berlangsung di Hotel Santika, Selasa 16 Oktober 2018.

Tujuan acara, 

1. Menggali masukan dari para ahli mengenai desain operasional studi literatur peta diskursus paham keagamaan di Indonesia.

2. Menggali masukan studi literatur terkait bagaimana keterhubungan antarkajian tersebut.

Diskusi terbatas ini mengundang belasan peserta aktif. Terdiri dari para ahli dalam isu intoleransi dan radikalisme, ahli dalam bidang konflik dan dalam bidang deteksi dini konflik. Peserta ahli yang hadir adalah Siti Nur Azizah (Kemenag), Amin Mudzakir (LIPI), Riri Khariroh (Komnas Perempuan), Lutfie Asysyaukani (Paramadina), Abi Nugroho (Lakpesdam NU), Alamsyah (Wahid Foundation), Trisno (Varietas), Nurun Nisa (Lakpesdam NU), Bambang Ertanto (TAF) Elsa M (TAF), Ahmad Suaedy (Inklusif), Subhi Azhari (Inklusif), Hafidz Ghozali (Inklusif), Nur Laeliyatul Masruroh (Inklusif), Gamal Fedhi (Inklusif), Maurits (AWC), Darningsih (inklusif). 

Dari diskusi kelompok ini diperoleh catatan bahwa kajian riset-atas-hasil-riset ini, akan menjawab 5 isu utama:

1. Tren intoleransi dan radikalisme berdasarkan data yang sudah ada, seberapa besar masalahnya.

2. Siapa aktor-aktor intoleransi dan radikalisme. Siapa saja yang terpapar? Keragaman corak kelompok intoleran dan radikal. 

3. Faktor-faktor penyebab intoleransi dan radikalisme: aspek ideologi, sosial ekonomi, demografi, dan kebijakan negara yang memperangaruhi intoleransi.

4. Bagaimana respon masyarakat dan negara. Selama ini kurang dilihat sektor swasta (private sector), seperti perusahaan multinasional. 

5. Perbandingan dengan negara lain karena intoleransi bukan hanya khas Indonesia, melainkan dunia. Melihat rekomendasi-rekomendasi hasil riset.    

Studi literatur yang akan dilaksanakan oleh tim periset akan menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci terkait diskursus: Apa saja diskursus intoleransi dan radikalisme keagamaan yang menonjol dalam 10 terakhir? Bagaimana hubungan antara satu diskursus lain terkait intoleransi dan radikalisme paham keagamaan di Indonesia? Apa indikator intoleransi dan radikalisme? (NLM/ Inklusif).

 

Titik Rawan Delik Agama dalam RUU KUHP

Subhi Azhari Baru-baru ini Komnas Perempuan menggelar diskusi daring terkait rencana DPR mensahkan RUU Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP). RUU ini nampaknya menjadi salah satu target pemerintah untuk segera...

Inklusi Pendidikan bagi Penghayat Kepercayaan

Oleh Subhi Azhari Pada akhir Oktober hingga pertengahan November 2019, Yayasan Inklusif menyelenggarakan penelitian dengan tema “Pelayanan Publik Bagi Kelompok Keagamaan Marjinal di Indonesia”. Penelitian ini dilaksanakan di enam wilayah...