Inklusif bekerjasama dengan Yayasan Bani Abdurrahman Wahid (YBAW) menyelenggarakan kegiatan "Training Penulisan Populer dan Riset Revitalisasi Tradisi", pada 9-11 November 2018 di Hotel Permata, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan mendapatkan pengetahuan mengenai harmoni sosial dan revitalisasi tradisi dalam penulisan populer dan riset. 

Peserta kegiatan ini adalah generasi muda dari berbagai komunitas yang potensial dan tertarik dalam menyebarkan nilai-nilai tradisi melalui tulisan. Rentang usia 18-25 tahun.

Salah satu pelatih dalam training ini dihadirkan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Bapak Ruslan, yang juga aktif di PCNU Kabupaten Bogor. Selain itu, pelatih penulisan riset oleh aktivis keberagaman dan pluralisme, Ahmad Suaedy. Menurut Penanggungjawab Acara, Subhi Azhari, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh menyusutnya pandangan di masyarakat yang mengganggap kebudayaan itu tidak penting. Oleh karena itu, tradisi baik perlu untuk dihidupkan kembali.

Di pelatihan ini peserta menggali tradisi-tadisi yang berkembang di masyarakat sekitar. Mereka belajar merencanakan kampanye positif tentang kebiasaan-kebiasaan atau tradisi yang berkembang di Bogor dan sekitarnya dalam upaya membangun harmoni. Di antaranya tentang Ruwatan, Ngabumbang, Tradisi Masyarakat Badui, Asah Ilmu Kadangbakti, dan Dongdang. Salah satu cara revitalisasi tradisi adalah dengan mengkampanyekan tradisi-tradisi tersebut membumi kembali. 

Usai kegiatan training ini, mereka akan turun ke lapangan untuk menggali data berdasarkan materi yang telah disampaikan. Untuk kemudian menuliskannya. Selanjutnya, akan diselenggarakan mentoring hasil penggalian data dan penulisan. (NLM/Inklusif)

Titik Rawan Delik Agama dalam RUU KUHP

Subhi Azhari Baru-baru ini Komnas Perempuan menggelar diskusi daring terkait rencana DPR mensahkan RUU Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP). RUU ini nampaknya menjadi salah satu target pemerintah untuk segera...

Inklusi Pendidikan bagi Penghayat Kepercayaan

Oleh Subhi Azhari Pada akhir Oktober hingga pertengahan November 2019, Yayasan Inklusif menyelenggarakan penelitian dengan tema “Pelayanan Publik Bagi Kelompok Keagamaan Marjinal di Indonesia”. Penelitian ini dilaksanakan di enam wilayah...