Kekhusyukan Paskah yang dirayakan umat Kristen sedunia dinodai oleh aksi teror yang terjadi di Sri Lanka, Minggu 21 April 2019. Tiga gereja menjadi sasaran pengeboman oleh orang-orang dengan nalar kebencian di beberapa lokasi di Sri Lanka saat orang-orang sedang melaksanakan ibadah Paskah. Ketiga gereja tersebut adalah Gereja St. Anthony di Kochchikade, Gereja St. Sebastian di Negombo dan Gereja Zion di Batticaloa. Tidak hanya itu, tiga hotel yang terletak di pusat ibukota Colombo juga terkena ledakan bom pada waktu yang bersamaan. Sedikitnya 207 orang tewas dan lebih dari 450 orang lainnya menderita luka-luka.

Peristiwa ini mengejutkan dunia, merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat keji dan tidak bisa diterima oleh siapapun. Pengeboman ini menggugah kembali kesadaran kita betapa dunia belum lepas dari teror dan ketakutan, bahkan termasuk di ruang-ruang yang seharusnya dihormati dan disucikan seperti tempat ibadah. Karena itu, Yayasan Inklusif menyatakan sikap:

1. Mengutuk tindakan pengeboman ini siapapun pelaku dan apapun alasan yang melatarbelakanginya. Melakukan teror dan kekerasan terhadap orang-orang tidak berdosa dan sedang melaksanakan ibadah adalah tindakan yang telah merendahkan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

2. Menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarganya. Memberikan dukungan moral kepada mereka khususnya dan umat Kristen pada umumnya dimanapun berada agar tetap kuat dan tabah menghadapi cobaan ini.

3. Mendukung Pemerintah Sri Lanka dan masyarakat internasional untuk mengungkap dan menyeret para pelaku ke meja peradilan sesuai dengan hukum yang berlaku.

4. Mendorong Pemerintah Indonesia untuk memberikan dukungan yang diperlukan oleh Pemerintah Sri Lanka guna mengungkap peristiwa ini serta membantu meringankan beban para korban.

5. Mendorong umat beragama di Indonesia untuk terus memperkuat penghormatan terhadap perbedaan agama dan keyakinan, meningkatkan dialog dan kerjasama yang menjunjung tinggi toleransi dan nilai kemanusiaan.

Depok, 22 April 2019

Yayasan Inklusif

 

Subhi Azhari

Direktur Eksekutif
08158770114

Titik Rawan Delik Agama dalam RUU KUHP

Subhi Azhari Baru-baru ini Komnas Perempuan menggelar diskusi daring terkait rencana DPR mensahkan RUU Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP). RUU ini nampaknya menjadi salah satu target pemerintah untuk segera...

Inklusi Pendidikan bagi Penghayat Kepercayaan

Oleh Subhi Azhari Pada akhir Oktober hingga pertengahan November 2019, Yayasan Inklusif menyelenggarakan penelitian dengan tema “Pelayanan Publik Bagi Kelompok Keagamaan Marjinal di Indonesia”. Penelitian ini dilaksanakan di enam wilayah...