Bogor, Bimas Islam --- Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama pada tahun 2019 ini untuk kali pertama melakukan kegiatan “Peningkatan Kerjasama Mitra Bidang Urais Binsyar”. Kegiatan yang mengangkat tema “Membangun Kemitraan Strategis Berbasis Layanan Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah ini dibuka secara langsung oleh Direktur Muhammad Agus Salim, Kamis (22/8), sekaligus menyampaikan bahasan tentang urgensi organisaasi mitra dalam peran layanan dan pembinaan bagi Bimas Islam.


 “Kegiatan peningkatan Kerjasama Mitra Bidang Urais Binsyar adalah ini adalah kali pertama kita lakukan, namun demikian urgensinya ternyata sangat dibutuhkan, selain menguatkan kembali pola dan sistem yang sinergis dalam memberikan layanan dan pembinaan bagi umat, juga terutama terkait dengan strategi dan metode kita dalam memanfaatkan anggaran khususnya pada fungsi agama yang masih terhitung terbatas ini”, ujar Agus. Meski terbatas lanjut Agus, langkah kerjasama tetap merupakan kunci keberhasilan dari program yang selama ini Dit. Urais Binsyar lakukan, sekaligus barometer atas target-target capaian layanan. 

Dalam dialog, Direktur Yayasan Inklusif Muhammad Subhi Azhari merespon positif materi yang disampaikan Agus. Organisasi Mitra yang bersama Lakspesdam PBNU banyak memberikan dukungan dan kerjasama dalam bidang penanganan konflik ini, turut memberikan apresiasinya serta beberapa masukan, kepada Ditjen Bimas Islam atas terselenggaranya forum tersebut. 

“Bentuk kemitraan dalam konteks perkembangan global saat ini menjadi hal yang tak terhindarkan, dan berdasarkan agenda yang Urais inisiasi saat ini, kami tangkap sedikitya ada dua semangat yang ingin diusung yaitu, partnership atau kemitraan itu tadi, dan semangat layanan, dan karenanya kami mengapresiasi langkah baik ini,” respon Subhi.

Ditambahkan Subhi melalui kegiatan berharga ini, diharapkan pula dapat menghasilkan beberapa kesepakatan maupun rumusan yang nilainya cukup signifikan serta bermanfaat bagi semua pihak.

“Melalui pertemuan ini, kami berharap dapat dihasilkan beberapa rumusan penting, misalnya seperti kesepakatan sebuah model atau kriteria kerjasama, output yang dapat diukur (jumlah mitra dan produk kerjasama-red), hingga dalam bentuk sharing cost (pembagian biaya) antara Ditjen Bimas Islam dan Organisasi Mitra.

Menyambut kembali harapan dari organisasi yang memiliki fokus pada kajian Islam dan Inklusif itu, Agus langsung menyepakati, dan berpesan agar program inovatif tersebut dapat terus diagendakan dalam tahun-tahun anggaran berikutnya. 

“Kontribusi gagasan dan pemikiran dari organisasi mitra ini sangat diharapkan, karena sekali lagi kita tidak bisa bekerja sendiri, apa yang diungkapkan dari perwakilan Inklusif ini benar-benar penting, karena dari satu contoh layanan syariah terhadap masyarakat banyak sekali dibantu oleh mitra, kami bisa memberikan bukti output dari banyaknya pertanyaan masalah syariah yang mereka ajukan, dan itu tentu saja merupakan salah satu ukuran, saya sepakat di akhir forum nanti untuk dihasilkan rumusan dan ke depan agenda seperti ini harus terus dianggarkan”, pungkas Agus.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini (22-24/8) bertempat di Highland Bogor, dan dihadiri 65 peserta terdiri atas unsur Ketua Majelis Fatwa MUI, LPBKI MUI, Dewan Masjid Indonesia, Dosen UIN Jakarta, Lembaga Falakiyah PBNU, Muhammadiyah, Persis, Lakspesdam PBNU, Yayasan Inklusif, Penerbit, Perpustakaan Islam, serta pejabat Esselon III dan IV Dit. Urais Binsyar, dan pelaksana dan pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Islam.

Selain diisi dengan rangkaian acara outbond, kegiatan pada acara ini turut pula dihadiri oleh 4 narasumber lain yang memberikan materi-materinya, antara lain Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin, Sesditjen Bimas Islam Tarmizi, Pejabat Itjen Kemenag RI Sutikno, dan Peneliti Balitbang Diklat Kemenag RI Adlin Sila.

Penulis: Syafaat
Editor: Syafaat
Foto: bimasislam

Sumber: https://bimasislam.kemenag.go.id/post/berita/peningkatan-kerjasama-urais-binsyar-model-kemitraan-output-hingga-sharing-cost

Titik Rawan Delik Agama dalam RUU KUHP

Subhi Azhari Baru-baru ini Komnas Perempuan menggelar diskusi daring terkait rencana DPR mensahkan RUU Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP). RUU ini nampaknya menjadi salah satu target pemerintah untuk segera...

Inklusi Pendidikan bagi Penghayat Kepercayaan

Oleh Subhi Azhari Pada akhir Oktober hingga pertengahan November 2019, Yayasan Inklusif menyelenggarakan penelitian dengan tema “Pelayanan Publik Bagi Kelompok Keagamaan Marjinal di Indonesia”. Penelitian ini dilaksanakan di enam wilayah...