Buku yang kami beri judul “Intoleransi, Revitalisasi Tradisi dan Tantangan Kebinekaan Indonesia” ini merupakan kelanjutan langsung dari seri satu penelitian AWC-UI. Buku seri satu tersebut menarasikan temuan-temuan dalam penelitian tentang inisiatif beberapa pemerintah lokal atau daerah tentang inklusi sosial. Yaitu pelayanan publik terhadap kelompok terpinggirkan atau marjinal dan minoritas, bukan hanya dalam sosial agama dan kepercayaan, melainkan juga dalam ekonomi.

Buku ini, yang merupakan seri ketiga penelitian AWC-UI, lebih memfokuskan pada, boleh kami katakan, suara lirih dari masyarakat lapisan paling bawah atau akar rumput, tentang suatu cara penyelesaian konfl ik komunal atau lebih tepatnya penindasan berbasis agama dan kepercayaan oleh mayoritas dan pemerintah, lokal maupun nasional. Bagaimana peran mereka dan kompleksitas, betapa pun lirihnya, dalam inklusi sosial, kepada kelompok terpinggirkan atau marjinal dan minoritas di daerah-daerah konfl ik yang bernuansa agama dan kepercayaan.

Narasi dalam buku ini diangkat dari penelitian AWC-UI di berbagai daerah, di antaranya, Singkil NAD (Nanggroe Aceh Darussalam), Sampang Madura Jawa Timur, Sampit Kalimantan Tengah, Kuningan Jawa Barat, Depok Jawa Barat, Kebumen Jawa Tengah, serta beberapa daerah yang tidak ditulis secara khusus sebagai paper tersendiri, yaitu di antaranya Lombok Utara dan Sumba Besar NTT, Medan Sumatera Utara, dan sebagainya.

Terima kasih kami sampaikan kepada para penulis dan peneliti, serta semua pihak yang telah memberikan kontribusi terhadap terbitnya buku ini. Terima kasih juga kami sampaikan kepada LAKPESDAM PBNU, the ASIA FOUNDATION dan FORD FOUNDATION yang telah bekerjasama dengan baik dengan AWC-UI untuk penelitian dan penerbitan buku ini. Terima kasih secara khusus juga kepada Rektor Universitas Indonesia, Rektorat UI dan Pengurus Perpustakaan Kampus UI yang telah memberikan keleluasaan berbagai aktivitas kami, termasuk penelitian dan penerbitan buku ini.