Pada hari ini, 16 November 2023, kita memperingati Hari Toleransi Internasional. Hari ini adalah momen untuk kita semua untuk merayakan keragaman dan perbedaan yang ada di dunia.
Toleransi adalah cara pandang dan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan, baik perbedaan agama, suku, ras, budaya, maupun pandangan politik. Toleransi adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis.
Di Indonesia, kita memiliki kekayaan budaya dan keberagaman yang luar biasa. Kita memiliki 746 suku bangsa dengan bahasa dan budaya yang berbeda-beda. Kita juga memiliki agama yang beragam, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, Baha’i, Sikh, Yahudi dan berbagai agama dan kepercayaan lokal.
Keberagaman ini adalah kekuatan kita. Namun, keberagaman juga bisa menjadi tantangan jika kita tidak saling menghormati dan menghargai.
Indonesia juga masih menghadapi berbagai tantangan keberagaman yang bersumber dari perbedaan agama, kepercayaan, aliran, suku dan lain-lain. Hal itu telah melahirkan intoleransi, diskriminasi dan eksklusi yang secara langsung telah mencederai pilar kebangsaan kita.
Tidak lama lagi, Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Umum serentak. Momentum ini kerap digunakan oleh para politisi yang tidak bertanggungjawab tertentu untuk merusak nilai-nilai toleransi dan keberagaman dengan menggunakan politik identitas untuk menyerang lawan politiknya.
Pada hari ini, kita mengajak semua orang untuk menyadari berbagai tantangan tersebut dengan meningkatkan toleransi dan saling pengertian. Kita harus belajar untuk menerima perbedaan dan hidup berdampingan dengan damai.
Kami memandang dalam meningkatkan toleransi sangat penting untuk:
- Terus meningkatkan Pendidikan toleransi di Indonesia. Karena hal itu adalah kunci utama membangun generasi terbuka dan inklusif terhadap berbagai perbedaan budaya dan agama.
- Dalam kontek pendidikan toleransi tersebut, peran negara dan masyarakat sipil harus berjalan beriringan dan kolaboratif. Program-program pendidikan toleransi harus berpegang pada visi yang sama yakni menjunjung tinggi hak dan martabat kemanusiaan serta berdimensi jangka panjang dan berkelanjutan.
- Sangat penting membangun keteladanan dari para pemimpin formal dan informal yang dapat dicontoh oleh generasi muda dalam menghadapi perbedaan dan keberagaman.
Jakarta, 16 November 2023
Muhammad Subhi
Direktur Eksekutif


